Minggu, 18 Januari 2015 0 komentar

Liburan semester 3 part 1

#Episode sukabumi Rutinitas semester 3 yang penuh dengan pengalaman yang luar biasa memaksa saya untuk dapat liburan setelahnya.
Dan finnally pada tanggal 17januari2015 hari pertama saya terlepas dari beban kuliah yang cukup menguras tenaga, gak masalah sebenarnya, soalnya ini uda pilihan saya untuk menjadi mahasiswa dan bisa saya rasakan sendiri beginilah realita mahasiswa.
Hari itu hari sabtu dan menjadi hari libur pertama saya, dengan rencana seadanya saya dan beberapa teman pergi berlibur. Intinya liburan itu kita buat dengan sesimple mungkin, gak perlu jauh yang penting liburan aja dan bisa keluar dari sewon (tempat kami tinggal dan dimana kampus kami berada). Dengan perdebatan yang gak terlalu rumit seperti saat kita kuliah kita memutuskan untuk liburan ke pantai yang berada gak jauh dari tempat kita berasal atau sering kita sebut sewonderland. Hahaha.
Pantai goa cermai, yah sekitar 30-45 menit ditempuh dengan motor menjadi destination kami saat itu. Sebenarnya pantainya gak terlalu bagus dibanding pantai didaerah gunung kidul atau wonosari yang bisa ditempuh 2-3 jam dengan naik motor, namun karena pertimbangan jarak dan waktu kita milih yang deket-deket aja. Yah sebenarnya gak terlalu buruk si pantainya.
Kita janjian sekitar jam 8 pagi, ngumpul di kos-kosan saya yang gak terlalu besar. Yah namanya juga anak muda janjian jam 8 eh kita berangkat sekitar jam 9 lewat deh kalo gak salah, karena saling tunggu si ini, si itu dan lain sebagainya. Gak jadi masalah, toh intinya kita mau liburan santai, jadi gak dikejar-kejar waktu ataupun takut kalau hujan turun kayak saat lagi shooting. 
Saat itu kita 10 orang dengan 5 motor yang siap mengantar kita ketempat berlibur, beberapa kali kita berhenti untuk keperluan ngambil duit di atm, beli minum atau beli cemilan. Motor yang kita naiki jalan beriringan satu sama lainnya.
Eh btw dari tadi cerita, saya belum kasi tau siapa aja anak-anak yang ikut dengan saya saat itu. Oke, saat itu ada saya, dwi, kak pelina, kak ana, nah kita cewek hanya berempat sisanya itu anak-anak cowok, ada irvan, otto, reza, john, zaki dan arsyad. Gak banyak si, soalnya beberapa dari kami uda pada balik ke kampung halaman dan sebagian lagi emang  ada keperluan lain yang gak bisa di tinggal. 
Selama diperjalanan saya terus melihat kearah pemandangan yang hijau dan biru menjadi warna dominan dimata saya. Subhanallah, akhirnya semester 3 done, dan terus berterimakasih kepada tuhan atas segala nikmat, anugrah pembelajaran yang selama ini ia berikan. Beberapa kali kepala saya menengadah keatas, kearah langit yang saat itu subhanallah sedang cerah banget, sambil tersenyum dan terus berkata dalam hati saya merasa bebas dan bahagia saat itu.
Diperjalanan beberapa kali kami berfoto bersama, selfie kata anak-anak jaman sekarang, you knowlah jaman sekarang kalo gak narsis gak bakal eksis. Hehehe
Sampai di pantai goa cemara saya semakin merasa takjub dan berusaha untuk menikmati liburan hari itu. Kita tertawa, main air, dan saya menikmati kala berdiri di tepi pantai sambil melihat kesekitar, kesegala arah, maha besar tuhan telah menciptakan pemadangan yang begitu luar biasa.
Intinya di liburan kala itu saya merasakan dan berfikir, nikmati dan jalani saja rutinitas yang ada seberat dan serumit apapun itu, dan berikat tujuan akhir setelah kalian menyelesaikan rutinitas itu, seperti liburan atau apalah yang iu merupakan usaha kalian untuk merepair semua yang rusak karena rutinitas tersebut, yah gak usah terlalu muluk-muluk yang penting bisa terlaksana aja. nah rasakan rensasi yang terjadi. Kalau saya merasa seperti luntur segala  beban dan seperti terlahir kembali untuk rutinitas yang lebih berat lagi di next level.
"Syukuri dan nikmati apa yang terjadi........ seperti apa sensasinya tergantung cara kalian menikmatinya"
Selasa, 30 Desember 2014 2 komentar

Beasiswa part 2

Allah menjawab doa saya. Hari itu tepat tanggal 24 desember 2014, saat disela sedang sibuk-sibuknya membersihkan dan beres-beres kamar kosan karena saat itu ibu dan adik saya dari medan akan datang, saya menyempatkan diri untuk membuka hp dan ternyata ada 2 panggilan tak terjawab. Dengan tidak berfikir apa-apa dan kebetulan saat itu saya punya pulsa saya langsung mengirim pesan ke nomer tersebut. "Maaf ini siapa yah?" Dan dengan seketika nomer tersebut menelfon lagi. 


0 komentar

Last day at 2014

Kayaknya baru kemarin deh ngerayain tahun baru 2014, eh ternyata ini uda hari terakhir di tahun 18 tahun saya menghirup udara dunia yang sarat akan suka dan duka

0 komentar

Sulit menjadi dewasa

Teringat saat dulu masih menjadi seorang anak kecil, pernah terbesit dan berangan-angan ingin menjadi orang besar atau orang dewasa. Saat jadi anak kecil berfikir bahwa menjadi dewasa sangat indah, karena kita bisa melakukan hal-hal yang dianggap anak kecil itu hebat dan bisa dilakukan secara bebas.

0 komentar

Pengalaman hebat

Harus kenal sama mahasiswa s1 luar negeri yang bakal mengerjakan tugas akhirnya di Indonesia. Tawaran itu sebelumnya sangat mengejutkan saya dan sesikit membuat saya minder, secara saya akan bertemu dengan orang hebat yang sudah pasti pintar dan berwawasan luas.

0 komentar

Mama datang ke jogja

Seneng banget ketika mendengar kabar mama akan melaukan perjalanan keliling sumatera menuju jawa dengan perjalanan darat

0 komentar

Apa itu cacian ?

Pernah gak sih kalian ngerasain ada org lain yang ngatain kalian anjing ataupun  bajigur (plesetan bajingan)??
Tersentak hati ini rasanya sakiiittt banget, namun saya berusaha kuat karena saya yakin seseorang itu berkata seperti itu karena ada sesuatu yang salah dari diri saya sehingga ia dengan tega mengatakan hal seperti itu.
Nyesek, sakit dan mata ini seolah berkaca, namun disisi lain hati ini keras bahwa saya harus kuat dengan hal semacam ini, karena ini masi hal kecil yang akan dijalani dikehidupan ini, akan ada banyak hal yg lebih sakit dari ini

Tapi yang saya sesali adalah kenapa saya terlalu peduli sama kamu, saya sakit ketika orang lain ngejudge kamu sebegitu buruknya, sehingga saya ingin kamu lebih baik lagi. munkin kamu mengira saya hanya seorang wanita yang biasa dan hanya teman seperguruan tinggi (bukan teman sekelas) kamu yang tidak tau apa-apa tentang kamu yang kamu anggap semua omongan kita selama ini adalah hal gila??? Saya sulit untuk mendiskripsikan tentang diri saya, semua laman dalam blog saya tidak cukup untuk memberitahu tentang siapa saya sebenarnya. Karena kamu harus punya banyak waktu untuk dekat dengan saya, kalau perlu selalu bersama saya agar dapat tau siapa saya, seperti apa saya, apa yang saya sukai dan apa yang tidak saya sukai, bagaimana cara saya hidup, bagaimana, apa, dimana, kapan aahhh semuanya tentang saya. Karena sejatinya saya sendiri juga belum tau banyak tentang diri saya, karena saya masih labil, saya masih buta dalam menjalankan hidup ini.

Saya peduli dengan kamu!!! Itu bukan pertanda saya "mengagumimu sebagai seorang pria". Saya juga sulit untuk menjelaskannya, saya gak tau apa maksud dari kedekatan kita selama ini, namun yang jelas saya merasakan ini adalah dunia pertemanan orang remaja. gatau kenapa mungkin ini emang diri saya, saya bukan orang yang sempurna untuk menjadi teman yang baik, namun tidak tau kenapa ketika saya sudah menyayangi orang yang saya anggap teman, saya bener-bener akan menyayanginya, nah saat ini saya peduli dengan kamu karena kamu adalah teman saya yang berapa bulan kebelakang ini adalah salah satu orang yang paling dekat dengan saya. Saya juga tidak melakukan hal ini dengan kamu seorang didunia ini. Orang lain yang mugkin diposisi kamu begini saya juga akan bertindak selayaknya saya ingin melakukannya. Dan kamu taukan saya sulit untuk berkata 'tidak' ketika ada orang lain yang minta tolong dengan saya. Dan saya ingin menjelaskan kepada orang banyak, hal ini bukan karena teman baik, teman dekat, sahabat atau apalah makanya saya berbuat baik ke dia, tp ini emang sistem yang sudah sebagaimananya saya menolong dia. Karena selama ini dia juga sering menolong saya.

Namun gataulah apa yang kamu rasakan atau kamu menilai saya seperti apa , yang jelas ini sudah kali kedua kamu memaki saya.
Saat ini saya sudah berusaha untuk membuat keadaan menjadi membaik lagi, namun respon kamu sangatlah tidak baik. Kamu acuh, dan saya gak tau apa yang ada difikiran kamu saat itu, apakah kamu hanya menilai itu hanyalah kesalahan saya, atau kamu merasa bersalah karena telah memaki saya.
Saya mengerti, mungkin saya terlalu berbuat salah sehingga membuat kamu menjadi sebegitu emosinya. Seiring berjalannya waktu saya mengenal kamu, sampai saya kenal emosi kamu seperti apa.
Yang jelas saya minta maaf ketika saya salah, namun ketika maaf itu tidak diterima itu menjadi urusan kamu dan bahan intropeksi saya.
Jelasnya lagi saya peduli dengan kamu dan orang sekitar saya, saya ingin yang terbaik buat kamu dan sudah tentu dengan orang sekitar saya.
Terserah kamu ingin berpendapat seperti apa tentang saya.

 
;