Rabu, 27 Desember 2017 2 komentar

Jatuh hati harus siap patah hati

Kemarin malam saya baru saja nonton film "jomblo", Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Adhitya Mulya dengan judul yang sama. Disutradarai oleh Hanung Bramantyo oleh rumah produksi falcon pictures bekerja sama dengan dapur film.  Film ini sudah saya tunggu cukup lama, mengingat film ini diperkasai oleh sutradara ternama, yang mana film-film biopik nya selalu sukses di pasaran. Dan hal menarik lainnya lagi film ini merupakan "remake" dari film dengan judul yang sama dan juga disutradarai oleh orang yang sama pada tahun 2006. Film ini menarik bagi saya karena saya melihat sang sutradara mencoba untuk kembali terjun dalam 'memakmurkan' film-film komedi indonesia. Saya berharap agar film ini dapat di apresiasi dengan baik oleh masyarakat luas, mengingat belakangan ini minat masyarakat menonton film di bioskop meningkat, ini bisa saya rasakan karena akhir-akhir ini saya selalu mengantri dalam mendapatkan tiket nonton yang akan saya tonton, apalagi ketika nonton pada hari senin. hehehe :)

Saya gak akan review atau spoiller filmnya, tapi lebih ke pandangan saya terhadap konten filmnya, dan tulisan saya berikut ini terilhami dari film jomblo yang sudah saya tonton.

Saya takut jatuh hati (lagi) makanya saya memilih menjomblo. Keknya inituh sebuah kalimat yang sebenarnya cukup ngeselin untuk diucapkan. Sebenarnya gak susah sih jatuh hati sama seorang pria lagi? Toh di sekitar saya banyak orang yang menarik dan punya kelebihan, banyak orang-orang baik yang begitu mempesona, lantas kenapa jatuh hati itu begitu sulit untuk terjadi pada diri saya? Entah bener atau nggak mungkin sebagian dari kalian juga merasakan hal yang sama, yaitu semakin bertambah umur kita, semakin selective dalam menentukan sikap, termasuk juga menentukan jatuh hati kepada seseorang. 

Saya sempat mati rasa, sebenarnya bukan karena saya tidak pernah menjalin hubungan seperti mereka pada umumnya dan gak merasakan patah hati, malah ini terjadi karena saya pernah merasakan perasaan yang tadinya begitu indah lalu pada akhirnya terasa sakit bak di sayat pisau dapur. Terdengar cukup menggelitik, tapi sakitnya lebih sakit ketimbang di tusuk busur panas dan menancap tepat di jantung, karena setelah itu rasa sakit akan hilang karena kita langsung mati, jadi gak merasakan sakit yg perlahan-lahan tapi berkala dan terus hingga rasanya ingin menjatuhkan diri dari lantai 24. 



Pada akhirnya kita berbicara soal efek samping dari jatuh hati tersebut. Saya trauma, bahkan ketika ada yang menanyakan perihal pengalaman jatuh hati terhadap seseorang di masa lampau, saya enggan untuk mengingat dan menjawabnya. Hal ini beriringan dengan saya mencoba untuk "membentengi" diri saya terhadap serangan jatuh hati yang sebenarnya tidak dapat dihindari. Sehingga ketika saya hampir saja jatuh hati dengan "seseorang" lalu kemudian saya akan memperkuat benteng saya agar tidak roboh, dengan apapun caranya.

Efek dari patah hati ini membuat takut melangkah ke hubungan baru, Saya sadar banyak orang yang akhirnya memilih sendiri karena alasan takut patah hati,  takut merasakan hal yang sama atau bahkan lebih sakit, sehingga bisa ditarik kesimpulan merasa lebih nyaman dengan kesendirian dan tanpa komitmen. 

Lalu pertanyaan yang cukup besar, dan sudah seharusnya dipertanyakan adalah, SAMPAI KAPAN ?
Saya rasa pertanyaan itu sulit saya jawab untuk saat ini. Perlu keberanian yang ekstra untuk membongkar benteng pertahanan, tapi bukan berarti gak bisa. Hanya saja harus ada perkelahian bathin yang membuat sulit mengendalikan perasaan dan fikiran. Bahkan sulit mengidentifikasi keduanya.


Ketika mempunyai pengalaman, kita akan mencoba belajar dari pengalaman agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Karena emang benar pepatah mengatakan "pengalaman adalah guru yang terbaik". Saya cukup berhatihati saat ini. Tapi entah kenapa, karena terlalu berhatihati sehingga muncul praduga-praduga yang membuat adanya perang bathin pada diri sendiri. Sulit untuk dipahami, tapi mungkin untuk yang mengalami hal yang sama pasti paham apa yang saya rasa.

Melihat film "Jomblo" di atas. Saya menyaksikan seorang pria jomblo, pada akhirnya punya pasangan, dan lalu harus patah hati karena masalah yang saya anggap sepele.
Ketika itu saya beranggapan, semua emang indah di awal saja. Soalnya tuh cowok gombal segombal gombalnya waktu mereka pedekate, dia gercep banget buat pacaran ma cewenya, dia berharap bgt bisa pacaran ma tuh cewek. Masa-masa pedekate mereka bisa di bilang cukup bahagia, keduanya saling berbunga-bunga, gak ada tuh yg namanya bertepuk sebelah tangan. Segala cara dilakukan tuh cowok untuk buat cewe itu senang, tp pada akhirnya dia harus patah hati karena keadaan yang tibatiba berubah 350 derajat. Saat masa pacaran, hubungan mereka jadi membosankan. Ada banyak perselisihan yang gak bisa mereka hadapi dengan kepala dingin. Cowoknya itu kayak bosan sama sifat ceweknya yg over protective, sampai akhirnya ada pihak ketiga yang bikin nyaman. Alhasil selingkuhlah nih si cowok. Sampai akhirnya dia sadar bahwa pacarnya itu bener-bener tulus sama dia. 

Nah dari cerita itu uda jelas banget bahwa hubungan itu indah secara natural hanya di awal saja, setelahnya kita yang menentukan apakah akan terus dibuat menjadi indah atau malah sudahlah emang bukan jodohnya? 


Btw, ini latepost banget. Di tengah kesibukan nyelesaikan tugas akhir, saya sempatkan ngepost ini tulisan. Biar gak berasa sepi aja nih blog. Hehehe
Sabtu, 04 November 2017 0 komentar

Sepertiga Malam di Bulan Oktober.

"Sabar adalah salah satu jalan yang bisa dilakukan apabila kita dihadapkan dengan kesulitan."


Tuhan,
Ku biarkan hatiku merasakannya
Ku biarkan pula fikiran ku terus bertanya
dan Ku biarkan juga semua terjadi tanpa adanya tendensi

Ragu? Aku sadar itu wajar terjadi
bagaimana tidak ? Semua terjadi tanpa aku sadari
sudah jalan sejauh ini
Petunjuk dari Mu yang paling bisa aku andalkan

Bagaimana aku bisa memilih satu di antara beberapa bunga Tuhan?
Apakah aku harus memilih karena harumnya?
Apakah aku harus memilih karena bentuknya?
Apakah aku harus memilih yang bertahan lama dan tidak layu?

Ku tak memungkiri kenyamanan ini
Ku tak mau melepasnya begitu saja pergi
tapi wajar saja aku takut
karena hal yang pernah dan akan terjadi

Tuhan, saat ini perlahan aku belajar sadar
mengapa Adam dan Hawa tercipta menjadi berpasangan

Tuhan, jangan tinggalkan Aku ya
bantu aku belajar untuk berjalan
beri aku petunjuk agar tak ku menjadi salah jalan.

Kalau Sapardi menuliskan judul salah satu puisinya yakni Hujan di Bulan Juni, yg kemudian diekranisasi menjadi novel dan saat ini di filmkan (sedang tayang di bioskop), aku memberikan judul puisi ini Sepertiga Malam di Bulan Oktober. Walaupun aku sadar puisi ini tak sebagus puisinya Sapardi, tapi ada harapan besar suatu saat aku bisa menuliskannya menjadi sebuah buku.



Rabu, 06 September 2017 1 komentar

PUISI TUGAS AKHIR


kata orang, gak akan ada asap klo gak ada api
lantas dari mana api berasal?
siapa yang membuatnya menyala?
kalaupun ternyata tak ditemukan penyebab ia menyala
lebih baik biarkan hujan turun dengan derasnya
agar api segera musnah dengan seketika


















kalau jatuh ternyata sesakit ini, 
aku tak ingin merasakannya kembali
siapa yang bilang kalau "ini" berjuta rasa?
yang ada aku hanya menderita karenanya



















sakit benar-benar sakit,
sudah, aku lelah,
lelah berada dalam sebuah labirin
bagaimana aku harus keluar dari labirin ini?


KAPAN TA nya KELAR????




fannillah - Yogyakarta, 05 September 2017
Minggu, 03 September 2017 2 komentar

Balada Nahan Pipis

Pukul 01.46 wib

Pernah gak sih kalian nahan pipis lama, terus karena satu dan lain hal kalian harus makin nahan pipis itu lama banget, sampek akhirnya kek ngerasa sakit karena nahan pipis.
Beberapa menit yg lalu saya ngerasain hal itu. Berawal dari habis magrib temen saya ngajakin pergi ke warung kopi gitu. Niatnya mau ngerjai TA. Soalnya wktu sore dia WA, "ntar malam kamu kemana?" Saya jawab "niatnya mau ngerjakan tugas akhir", "kamu mau ikut aku gak nyari tmpt utk ngerjai TA.","kapan?" Blablablablabla.... Sampek akhirnya saya iyain. Udahtuh saya langsung ke kontrakannya dia, trus kita nunggui temen satunya lagi yg juga mau ikut, uda agak lama, kitapun siap untuk pergi ke warkop itu. Sampek di sana, ada masalah baru, meja yg di sana hanya tinggal meja kecil yg lain full. Okelah, dalam hati saya, meja ini gak akan muat untuk menampung 3 laptop di atasnya. Saya ngalah, saya gak idupin laptop, biarin ajadeh mereka yang ngerjakan, saya baca buku aja. Soalnya baca buku uda jadi plan B saya dari saya di kos, kalokalo di tempat itu saya gak bisa ngidupin laptop saya. Mereka buka laptop, ngerjai dan saya baca buku. Biasanya saya ngerjainya kan di Mcd atau di perpus JEC, atau di toean watiman, nah emang ternyata malam initu mereka niatnya mau bilang kalo Mcd itu gak ngerjakanTA'able', makanya akhirnya mereka nyariin lokasi baru yg itu gak jauhjauh dari lokasi kita tinggal, soalnya klo tempat-tempat yg saya sebutin tadi pada jauh dari tempat saya tinggal. Tapi ya tetep aja hasilnya zonk. Wkwkwkwk. Tapi saya gak masalah sih, yauda kan tuh, the power of orang sabar, meja sebelah kami mau pulang, akhirnya saya pindah dah tuh ke meja itu, pastinya lebih gede drpd meja kami. Mereka gak ikut pindah soalnya uda nyolokin laptop. Jaraknya gak jauhjauh paling cuma 1 meter. Akhirnya saya buka laptop dan ngerjakan TA.
Lagi asik ngerjai tiba-tiba saya kebelet pipis, tapi karena terlalu asik ngerjai saya males buat ke toilet, lagian saya juga gatau toiletnya di mana, males juga buat nanya, yauda saya tahan aja. Sampek akhirnya jam 12 lewat sekian, itu tempat uda sepi, akhirnya kita pulang, egh tenyata egh ternyata duit mereka buat bayar kurang, saya juga lupa bawa dompet. Saya makin kebelet pipis, saya ngeliat ada cahaya terang di ujung sana, saya rasa itu toiletnya, saya ke sana, tapi buat saya untuk pipis urung saya lakukan. Toiletnya bagus, bersih, tapi gak ada tissu nya, soalnya itu toilet duduk, dan saya agak gimana gitu kali mau pipis tapi gak lap dulu, yauda saya gajadi pipis. Saya buruburu mau pulang, tapi ternyata temen saya ada yang ke atm dulu buat ambil duit, yauda saya tunggui dah bentar, tapi saya kebelet bangeettt. Begitu dia sampek, saya izin pulang diluan. Ngebut dah tuh ke kosan.

Brrrmmmmmm

Sampek di kosan zonk!!!
Saya gak bisa masuk kos. Itu kosan tibatiba berubah kayak gak berpenghuni coy. Itu gelap banget. Gak ada penerangan sama sekali, saya ragu masuk ke dalem, takut kao tibatiba ternyata semua penghuni kos uda digigit zombi. Huuuu, apalagi di atas cuma saya sendiri, yang lain masi pada pulang kampung. Duhduh, mau ngehub ibu kos. Uda tengah malam. Duhduh, uda gak tahan lagii, pengen pipis euy. Duhduh, cuma beberapa menit di depan gerbang kos saya mutuskan untuk caw ke indomaret buat cari pertolongan. Sambil jalan ke indomaret, saya sambil mikir, "duh tidur di mana lah ntar nih, agh bodo amat masalah tidur yang penting pipis aja dulu." Saya parkir motor depan indomaret abistu langsung buka HP, saya chat ke beberapa grup dan juga PM beberapa temen-temen, nayain siapa yang belon tidur, kebanyakan temen-temen cewek, karena saya mau sekalian numpang tidur. Agak lama, belon ada yang bales, egh tiba-tiba salah satu temen, namanya Caca dia bales, katanya baru kebangun. Saya tanyain, egh ternyata dia lagi gak di Jogja, tapi biasanya walaupun dia gak di Jogja, kunci kosannya pasti ditinggal, dan ternyata bener. Dia nyuruh saya buat tidur di kamarnya aja (emang itu yg saya harapkan) tp tujuan utamanya, saya mau numpang pipis. Tanpa kepikiran untuk pipis di indomaret terlebih dahulu, saya langsung tancap gas ke kos Caca, terus narok tas di kamarnya dan akhirnya Legaaaaaaa.

Cerita saya di atas sebenarnya gak penting-penting banget buat di baca, tapi yang saya ambil pelajarannya adalah di mana ada ke sulitan di situ juga ada jalan keluar. Yah contoh, masalah meja tadi, karena bersabar akhirnya dapet meja lebih gede dan leluasa. Kedua, saya gak bawa dompet dan dibatu temen saya, gak bisa masuk kos dan nyari toilet, akhirnya dapet tempat buat tidur juga. Yah begitulah...

Jadi kalo kita menemuka kesulitan jangan khawatir, karena kemudahan sebenarnya sudah ada di samping kita. Hehehehe. Ini sih cuma kalimat penyemangat buat diri saya sendiri, agar gak sering mengeluh karena kesulitan. Have a nice dream semua.
Kamis, 10 Agustus 2017 2 komentar

Demi Mama

emak : "dek na minggu ini berangkat, jd mama jarang telfon fanni, mama siap2 in lah apa yg diperluin, td malem fanni sms aja mama uda ketiduran. fikri juga minggu depan berangkat kan."

sepenggal dialog pagi ini via telfon sama si emak. ntah begimana cara bisa jadi kayak si emak yg benerbener strong. saya gak kebayang apa yang bakal dirasakan sama si emak. di rumah bakal sepi, semua anaknya merantau jauh. walaupun dia sering bilang, "klo demi pendidikan pasti bakal mama dan ayah dukung." tapi kebayang gak sih? walapun dia sibuk diluar rumah tp suatu waktu dia bakal ngerasa kesepian ? saya rasa sih iya. soalnya walaupun terlihat banyak temen dan kegiatan, klo uda sndiri di kos, kadang saya suka sedih, ngerasa sendiri. soalnya terbiasa di rumah selalu ada banyak org.

makanya kadang sesibuk apapun saya. saya berusaha untuk ngehubungi si emak, walaupun hanya nanya, "mama masak apa hari ini?, ma fanni bingung mau makan apa, ada ide gak?"

Uda beberapa hari ini jadwal saya kebanyakan di habiskan di kos, perpus, cafe dan kampus. Yah maklum aja mahasiswa tugas akhir pasti begitu. Ada beberapa hal menarik yang saya rasakan belakangan ini. Jadi dari kemarin saya ke kampus juga sibuk ngurus wisuda 2 temen saya yang sudah balik pulang kampung, terus saya juga harus berkomunikasi sama temen saya, sebut saja namanya fifi, dia juga mau wisuda, jadi saya ngehubungi dia untuk nanyananya info gimana sistematika ngurus wisuda ini. Oke kita ketemu di kampus, egh janjian jam 9 pagi, dia baru dateng jam 1, tapi kita ketemuannya jam 2, dan itu uda nanggung banget untuk ngurus berkas wisuda, akhirnya kita cuma cerita-cerita aja. Dia share pengalamannya ngerjakan tugas akhir ke saya. Dari perbincangan tersebut, ternyata hampir seluruh orang yg mengerjakan skripsi atau tugas akhir juga merasakan hal yang sama. "Butuh semangat yang lebih dari segala penjuru." Beberapa hari sebelum hari itu saya sempat down, karena sempat berfikir beberapa temen mah rasanya enak baget ngerjai tugas akhir di temeni pacar masing-masing, atau yang asli jogja seenggaknya bisa ketemu sama keluarga buat share dsb lah, soalnya ternyata kalo uda tugas akhir begini, yang namanya temen sulit untuk diandalkan, soalnya samasama lagi tugas akhir kan.
Oke skip Jadi kemarin teman saya itu cerita waktu dia ngerjakan tugas akhirnya juga ngerasa kalau harus mengerjakan semuanya sendiri. pasalnya dia itu tidak begitu dekat dengan beberapa teman kampus seangkatan, Dia juga bilang kalau di kampus Dia gak begitu banyak kenal sama orang, ini karena satu dan lain hal.
Tapi tadinya saya fikir enaknya dia ini walaupun dia nggak punya temen di kampus, Dia punya banyak temen di rumahnya karena dia ini asli orang Jogja, dia punya temen SMP nya, dia punya teman SMA-nya, Bahkan dia ada keluarga di rumahnya.
 nah Walaupun dia orang Jogja dan tinggal bersama orang tuanya, punya banyak teman Jogjanya,  tp tetap merasa selama ngerjakan TA dia ngelakukannya sendirian. Nah dia aja merasa seperti itu, apalagi saya.
Sedangkan saya walaupun terlihat banyak temen tapi tetap saja waktu balik ke kos itu kadang kayak ngerasa sepi. Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya orang yang tugas akhir itu wajar aja kalau butuh semangat dari orang sekitar. Walaupun Sebenarnya saya sangat mendapat semangat dari keluarga dan beberapa sahabat di Medan, tapi yang namanya manusia nggak akan pernah puas ya kan. Saya pikir semangat dari SMS, Telpon, WA, Line dan sejenisnya itu dirasa nggak cukup.
Tapi solusi kami tetap sama. yakni  kami berfikir semua harus di kerjakan sendiri, karena kalo bukan diri sendiri yg menguatkan diri yah siapa lagi. Semangat ortu, sahabat, dan sejenisnya itu hanya penunjang aja.
Fifi ngasih tips ke saya agar bisa selesai  dengan cepat. Harus rajin mengerjakan, dan konsul ke dosen, walaupun belon di acc sama dosen, kamu tetep aja ngerjakan step selanjutnya, trus jangan terima job apapun (fix!!! Saya gak ngambil job apapun, paling cuma bantui temen ngerjai naskah TA mereka) Trus Dia bilang kamu harus bisa mementingkan dirimu sendiri ketimbang kepentingan orang lain.  Nah hal itu sulit untuk saya lakukan, entah kenapa tapi saya akan belajar untuk hal itu.

Oke next. Sehari setelah ketemu sama Fifi, di kos tiba-tiba gak ada jaringan, jadi saya keluar kos untuk cari sinyal, saya ke indomaret dan ternyata semua kartu 3 sedang bermasalah. Teman 1 kos saya yg mau pergi ke utara bilang, "3 lagi gak ada jaringan di manamana beb, ini aja aku ganti telkomsel." Oke apa gunanya saya di kos klo gak ada jaringan internet, mau lanjutin ngerjai TA saya juga gabisa, saya butuh utk browsing saat itu. Akhirnya saya pergi ke depan UPT kampus, hanya untuk cari wifi supaya bisa bales WA, line, dan juga browsing. Secara kebetulan, saya ketemu temen saya, sebut saja namanya ajib, kita beda kelas. Dari jauh dia sambil mengantri masuk atm sudah melambaikan tangannya, tapi ya karena saya ini minus parah saya gak tau kalo itu dia. Akhirnya dia menghampiri saya dan marah-marah. Asli waktu dia Melambaikan tangannya ke saya, saya nggak sadar kalau dia itu temen saya. Setelah itu dia masuk ke dalam ATM ngambil duit dan bla bla bla bla. Kemudian dia menghampiri saya, Dia nanyain ngapain di situ. Ya saya jawab aja lagi numpang WiFi kampus hahaha. Nah habis itu dia nggak langsung balik ke kos, dia malah duduk diatas motornya yang diparkir di samping motor saya dan ternyata dia melakukan misi terselubung ya itu curhat Colongan.

Dia juga mau tugas akhir, mau ngajuin proposal Tugas Akhir di bulan september ini. Dia kolektif sama temen sekelas saya. Intinya dia ngerasa sepi, sendiri faktornya adalah karena biasanya dia melakukan banyak hal bareng sama pacar nya. Yup dia punya pacar, tp beda fakultas. Sekarang pacarnya itu uda lulus Wisuda dan udah balik ke kampung halaman. Yah masalahnya hampir sama sih sama cerita sebelumnya. Nah panjang cerita, ngalor ngidul, tiba-tiba doi cerita klo dia bingung sama kepribadian dirinya sendiri. Akhirnya saya menganjurkan dia untuk tes kepribadian di MBTI. Hasilnya dia ISJF. Cek linknya di page tentang saya.

Nah singkat cerita setelah mendengar bayak cerita dari beberapa orang tentang tugas akhir, sayapun berfikir untuk apapun itu, lakukan yang terbaik. Kerjakan, kerjakan dan kerjakan, apalagi niat saya utk wisuda cukup besar(semoga bukan niat belaka), walau kadang suka ngeluh sendiri. Saya sadar kalau ngeluh terus kapan kelarnya? Mama selalu bilang "kerjakan pelan-pelan, sedikit-sedikit tapi ada progresnya, kerjakan sebentar, klo capek atau mulai pusing istirahat, tidur sebentar, atau keluar kos cari angin, selalu minta sama Allah, mengeluhlah ke Allah, berdoa dan terus minta sama Allah, jangan lupa solat, baca Al-Quran. Mama yakin, Fanni bisa". Jleb.. Klo mama uda bilang kek gitu, rasanya stamina langsung jadi fulteng. Harus kelas pokoknya, apalagi klo inget 2 adek kembar yg uda masuk kuliah. Biaya keluarga makin banyak Coy!! Segera selesaikan!!

Klo kata ustad Hanan Ataki "bedanya mukmin dan gak mukmin, org mukmin kalau ada sedih, kalau ada galau, kalau ada khawatir, obatnya itu mengingat Allah. "ALLA BIDZIKRILLAH, ALLA BIDZIKRILLAHI TATHMAINNHUL QULUB, INNAMAL MU'MINUN.. INNAMAL MU'MINUNAL LADZINA IDZA DZUKIRALLAHU WAJILAT QULUBUHUM, WA IDZA TULIYAT 'ALAIHIM AYATUHU ZADAT-HUM IMANA WA'ALA ROBBIHIM YATAWAKKALUN"

Selasa, 08 Agustus 2017 0 komentar

Sahabat?

8 Agustus 2017

Dear,  FISAM.

Best friends are people you don't need to talk to every single day, 
you don't need to talk to each other for weeks, 
but when you do, it's as if you'd never stop talking.

hay we, tulisan ini fani khususin buat kalian loh.
fanni sempetin nulis sambil nostalgia di tengah hectic nya tugas akhir fanni.
pasti dibaca dong ya, hehehe. mulai dari mana ya we? fanni gatau harus mulai dari mana, terlalu banyak cerita yang uda kita buat. yah yang jelas kalian sahabat fanni dari SMP, kita dulu kenal gegara kita belajar di sekolah yang sama. begitu tamat SD takdir membawa fanni buat sekolah di Yayasan Mardi Lestari, sekolah swasta yang fanni tau di sana itu banyak anak cina nya deh, beda sama SD fanni dulu yang Madrasah dan isinya temen-temen sekitar rumah. 

Begitu masuk sekolah fanni masuk di kelas 7-3, nah di kelas itu kita satu kelas ya kan? terus kenapa kita bisa deket ya we? sumpah lupa gimana kita bisa deket pertama kali. tapi yang fanni inget setelah sekolah beberapa bulan,  kita sering saling mengunjungi rumah-rumah temen. ya gak? dulu kalau mau ke rumah siapapun, kita pasti naek angkot. HAHAH!!! soalnya dulu belom ada yang bisa bawa kereta (read:motor).  kita sering ke rumah Siti, buat makan bakso geratiiissss. padahal rumah siti, rumah yang paling jauh. hahah. kangen baksonya siti. huuhuhuhuhuh. kirimin ke Jogja pliss.

Singkat cerita kita buat geng, nama gengnya FISAM. hahahah alay yah we? (Makasih uda menjadi part of masa Alaynya fanni) tapi gapapa deh, fanni tetep bangga. wwkkwk. FISAM itu gabungan huruf depan nama kita. is mean : Fanni Irma Siti Anisa Mayang. jauh sebelum nama itu ada, dulu nama gengnya itu FISAL, tapi ada satu temen kita yang keluar geng gitu, akhirnya diganti sama Mayang. hahahah ya gak?? dan sekarang kita berempat Fanni Siti Anisa Mayang di tambah dengan Kak Syahbet. jadi berlima lagi. HEHEHEHEHEHEH :)  pasti pada senyum-senyum bacanya. 

Fanni masih simpen kertas persahabatan kita loh we, yang dibuat sama Siti pake kertas foto gitu, tulisannya FISAM terus nama-nama kita. tapi kertasnya fanni simpen di Medan. ntar kapan-kapan di fotoin deh. masih pada inget gak?
kita pernah beli kaos bareng, niatnya mau kaos kompakan gitu, tapi dulu susah kali dapet kaos dengan design yang sama dan harga yang murah, akhirnya kita cuma beli kaos putih tapi gambarnya beda-beda. masih pada nyimpen kaosnya gak?? hayooo. fanni masih dong, tapi uda ketat banget kalo fanni pake sekarang. haha. Maklum uda makin melebar. egh dikit aja deng melebarnya. (bacanya sambil ketawa aja, jan di tahan-tahan senyumnya)

Trus apa lagi ya we? terlalu banyak yang kita lakukan, fanni bingung harus nulis yang mana. oohhh yang kita jalan dari mencirim ke rumah Siti, gegara kita kelaperan, trus akhirnya makan di rumah Siti? inget gak we? sumpah itu gak akan fani lupakan we. terus dulu kita sering bawa baju ganti kalo hari sabtu. soalnya sabtu kan pulang cepet karena cuma ekskul doang, jadi klo uda gitu pasti pulang sekolah ganti baju yang dibawa terus nge-mol main timezone, atau fotobox. hahahah, atau dulu kita sering foto pake hpnya Siti, abis itu kita cetak fotonya di pinang baris, fotonya di kasi frame-frame alay gitu. fani masih simpen foto-fotonya di Medan. hahahahah. terus kalo kerumah siapapun, kerumah fanni, kita paling seneng masak mie instan. ya gak??? makan mie instan aja dulu kita uda bahagai kali ya kan we.

fanni emang berteman dengan siapa aja, dan punya beberapa sahabat, kalian bukan sahabat pertama bagi fanni, Fanni tau fanni bukan sahabat yang baik buat kalian, fanni dulu sempat jarang main sama kalian, karena lebih sering main sama geng lain, kayak sama orang carles, putri, masita, diba, moli, febri, bima atau maen Futsal, jadi kadang suka jarang main sama kalian.  apalagi dulu waktu kelas 8 kita gak sekelas lagi, Fanni dan Mayang masuk kelas unggulan 8-1, nisa di 8-2, siti di 8-3 yang ngebuat waktu maen-maen bareng kita agak kurang. paling cuma waktu istirahat aja kita maen ke 8-3 bareng-bareng yakan? itu juga gak sesering waktu kelas 7. 

Apalagi sekarang fanni jauh dari kalian, kita gak tinggal di pulau yang sama, ngebuat kita jadi jauh secara jarak. kalian sms, atau Line fanni jarang bales atau lama balesnya, tapi ntah kenapa kalian masih setia nganggep fanni sahabat kalian, dan sampek sekarang 9 tahun persahabatan kita. Makasih atas kesetiaan kalian ke fanni, makasih tetap bertahan jadi sahabat fanni, walaupun kalian tau keburukan-keburukan fanni, yang mungkin orang lain gak tau, dan lagilagi kalian stay tetap jadi sahabat fanni. Makasih kalian masih percaya sama fanni, kalian kadang masih sering cerita tentang masalah-masalah kalian. Maaf fanni gabisa kayak sahabat-sahabat yang lain yang bakal sering nelfonin atau sms nanyai kabar kalian setiap saat, atau bahkan sms-sms kalian dulu (sebelum pake WA dan Line) jarang fani bales. atau waktu pertama fanni berangkat ke Jogja, Siti sering nelfon fanni, tapi kadang gak terangkat fanni karena banyak tugas kuliah dan lain sebagainya. maaf banget. 

fanni tau ini cuma tanggal pengingat aja. jadi dulu kalau gak salah fanni yang ngusulin tanggal 8 Agustus 2008 itu adalah tanggal persahabatan itu. yah dulu fanni milih tanggal itu biar gampang aja ngehapal nya, soalnya tau sendiri kan fanni orangnya agak sering lupaan. egh 2007 atau 2008 ya fani lupa. terus kita uda 9 tahun atau 10 tahun ya? hahaha kali ini fanni lupa, serius. Maapin. 

Makasih ya we, selalu jadi orang yang setia nanyai "fanni kapan balik ke Medan?" walaupun kadang kalo uda sampek di Medan, fanni jarang ngasih tau kalian, hehehe kadang mau kasi surprice ke kalian. so swit kan fanni itu. wkkwkwkw.
mungkin harapan kita semua sama, semoga kita bisa sahabatan sampek kapanpun, bahkan sampek ntar kita uda pada berkeluarga. Btw siapa diluan ya yang bakal nikah??? ehehehe 

WE MAKASIH KALI POKOKNYA BUAT SEMUANYA. GAK BISA FANNI UCAPIN SATU SATU, MAKASIH, MAKASIH, dan MAKASIH!!!!

Dan pada akhirnya, sahabat satu persatu akan pergi entah untuk cita-cita, cerita cinta, ataupun kemajuan diri. tapi satu hal yang pasti, sejauh apapun fanni pergi, kalian tetap bagian dari harta terbaik yang selalu dihati dan tetap fanni nanti sampai fanni balik lagi.


"Friendship isn't about who came first & who you've known the longest. it's about who came and never left you"


Salam hangat - Fanni


.




Minggu, 16 Juli 2017 0 komentar

Kalau sudah tiada.....

14 juli 2017
Dear orang-orang yang terkasih...
Perih emang kehilangan orang yang dikasihi, tapi ikhlaslah karena semua sudah diatur oleh Nya.

Masih terasa kesedihan yang menyelimuti keadaan di rumah. Saat ini saya sedang duduk berdua bersama nenek dari ibu saya di depan rumah. Mata saya terus berkacakaca ketika bertatapan empat mata dengannya. Tadi siang etek (read:tante dalam bahasa minang;adik mama) baru saja di kebumikan, ba'da solat jumat.  Nenek terlihat tidak begitu sedih tak ada tetesan air mata, tapi yang saya lihat dari tatapannya, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia sangat sedih kehilangan anaknya yang paling kecil, saya tau banget nenek sangat sayang sama etek.
biasanya nenek tinggal sama almarhumah dengan suami dan ke lima anaknya, tapi sudah mulai 2 tahun belakangan ini nggak, karena satu dan lain hal. Jadi setau saya almarhum kakek dulu berpesan ke nenek untuk tinggal bersama anaknya yang terakhir. Yah almarhum etek punya 5 orang anak, yang masih kecil-kecil, bahkan yang paling kecil baru berumur 2 tahun. Kalau melihat mereka berlima, sedih rasanya masih kecil sudah menjadi piatu.
Saya sebenarnya masih nggak percaya akan kabar meninggalnya etek, tapi ketidakpercayaan saya sirna ketika sirine suara mobil ambulan semakin jelas terdengar mendekati rumah orang tua saya. Yah, jenazah etek di semayamkan di rumah orang tua saya, soalnya etek baru pindah rumah, dan emang banyak tetangga dan teman ayah ibu saya yang kenal dengan almarhum.

Pengalaman berharga untuk saya, jadi saya baru tau kalo ternyata kalau ada jenazah yg mau di semayamkan di rumah itu, misal contoh di ruang tamu, jd diusahakan jangan ada pajangam foto atau semacamnya, sama hiasan-hiasan tumah kayak pajangan, bunga dan sejenisnya.
.....

 
;